Tiba-tiba dia datang dan selalu ada di tiap hariku. Meskipun tiap hari yang aku lalui dengannya hanya dipenuhi dengan hal-hal yang ngga jelas, tapi aku menikmatinya. Well, sebenarnya ngga selalu ngga jelas sih. Terkadang ada juga pembicaraan yang serius. Tapi itu hanya bertahan beberapa menit. Menit-menit berikutnya pasti diisi dengan hal yang ngga jelas lagi. Selalu ada topik yang dibahas, walaupun sering juga malah bingung mau bahas tentang apa. Kadang kehadirannya terlihat biasa saja, karena dia terlalu sering datang di hari-hariku. Tapi kadang ketidakhadirannya malah menimbulkan tanya bagiku.
Manusia memang tak pernah luput dari kesalahan. Begitu pula dengannya. Karena keisengannya (entahlah apakah dia iseng atau memang niat), dia terjebak dalam permainannya sendiri. Dia harus membuat suatu keputusan untuk menuntaskan permainannya itu. Dan dia benar-benar melaksanakan keputusan itu. Keputusan yang tidak masuk akal bagiku. Tapi tak ada niat sedikit pun untuk mencegah dia melaksanakan keputusannya itu. Manusia punya pilihan, dan dia sudah memilih. Maka dia pun harus manjalani pilihannya. Hidupnya adalah sepenuhnya miliknya. Dialah yang mempunyai hak penuh untuk memilih dan menjalaninya.
Keputusannya itu membuatku mengambil suatu keputusan juga. Keputusan yang aku rasa adil buat semuanya. Manusia tak akan jatuh ke lubang yang sama. Aku pun tak ingin mengulang kesalahanku dan terjatuh ke dalam lubang yang sama. Jadi beginilah akhirnya. Ending yang terasa mengganjal dan sedikit aneh :D
You Are Reading
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Subscribe











0 komentar:
Posting Komentar