Featured Contents

Sample Post 1

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Sample Post 2

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Sample Post 3

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Sample Post 4

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Latest Posts

0

Pesona Pantai Lombang

retha sii ubie Senin, 29 November 2010

Pantai Lombang adalah pantai yang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dinamakan Pantai Lombang karena letaknya di Desa Lombang. Pantai ini sangat rindang dan indah karena terdapat banyak pohon cemara yang menaunginya yang sekaligus menjadi ciri khas dari pantai ini. Biaya masuk pun sangat murah, cukup dengan membayar seribu rupiah untuk pengendara sepeda motor dan lima ribu rupiah untuk pengendara mobil.
0

Masjid Agung Sumenep

retha sii ubie Minggu, 28 November 2010
Gerbang Masjid Jamik

Masjid Agung atau yang biasa disebut Masjid Jami’ terletak di tengah Kota Sumenep dan menghadap ke arah Taman Kota, dengan gerbang besar dan pintu kayu kuno. Masjid ini merupakan penggabungan berbagai unsur budaya, yaitu antara arsitektur  Arab, Persia, Jawa, India, dan Cina.

0

Keraton Sumenep

retha sii ubie
gambar labang mesem

Keraton Sumenep didirikan atas inisiatif Raja Sumenep, yaitu PanembahanbSumolo atau Tumenggung Arya Nata Kusuma. Arsitek dari pembangunan keraton ini adalah Liaw Piau Ngo, yang memadukan gaya arsitektur  Eropa, China, dan Jawa. Keraton ini terletak di dekat alun-alun kota Sumenep.

0

Kaldu Kokot ala Sumenep

retha sii ubie
 
Kaldu adalah makanan khas Sumenep yang banyak digemari oleh masyarakat. Kaldu yang dimaksud disini bukan air rebusan daging seperti yang biasa kita kenal, melainkan sup kental yang berbahan dasar kacang hijau. Biasanya kaldu ditambah dengan kokot (kikil) yang sudah direbus sehingga menjadi empuk. Kaldu paling enak dinikmati dalam keadaan panas dan dinikmati dengan tambahan singkong yang dikukus atau direbus, bisa juga ditambahkan lontong dan kerupuk.


0

Nasi Romi, Makanan Khas Sumenep

retha sii ubie

Jika kita bicara tentang makanan khas Sumenep, maka yang terbayang pasti adalah sate dan soto. Padahal selain makanan tersebut, masih banyak makanan lain yang tak kalah lezatnya. Salah satunya adalah nasi romi. Nasi romi rasanya gurih karena cara memasaknya menggunakan santan dengan tambahan sedikit garam. Disajikan dengan tambahan irisan telur dadar dan abon (daging halus yang digoreng). Lauk utamanya memang hanya telur dan abon.





0

Aku Yang Terbuang

retha sii ubie Rabu, 10 November 2010
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang itu. Mereka dengan teganya membuangku hanya karena alasan sepele, takut mengganggu kedamaian mereka. Mereka tega memisahkanku dari keluargaku, tak sedikit pun mereka peduli akan nasib yang akan aku jalani tanpa keluargaku. Mereka membawaku ke tempat yang asing ini, lalu meninggalkanku sendiri di tempat sedingin ini tanpa bekal apa pun. Aku terpaksa berjalan mencari sesuatu yang bisa kumakan, mencari sesuatu untuk menyambung hidupku. Aku melihat lalu lalang orang berjalan di depanku. Aku berharap ada sedikit saja belas kasihan di hati mereka untuk membawaku atau bahkan mengulurkan tangan tuk sekedar memberiku sesuatu yang mampu membuatku bertahan hidup, yaitu makanan.

Kulihat seorang gadis mungil melihatku lalu berjalan ke arahku. Timbullah sedikit harapan itu. Gadis itu mulai mendekat dan semakin dekat. Tapi detik berikutnya yang kurasakan hanyalah kekecewaan. Dia tidak mendatangiku, dia menuju temannya yang menunggu di belakangku. Aku mulai mempertanyakan, apa arti rasa kemanusiaan yang begitu diagung-agungkan oleh orang-orang. Kenapa bicara mereka begitu yakin bahwa mereka punya rasa kemanusiaan? Sementara sejak kemarin aku di sini, tak ada yang mempedulikanku. Ternyata bicara itu tak semudah mempraktikkannya.


0

PENANTIAN RENATA

retha sii ubie Rabu, 27 Oktober 2010
“Maaf Ren, aku harus pergi. Tapi ini tidak akan lama, aku pasti akan kembali. Karena aku tahu kamu pasti menungguku.”

Bel istirahat telah berbunyi. Tapi Renata tetap tak bergeming dari tempatnya. Tanpa mempedulikan teman-temannya yang satu per satu mulai meninggalkan kelas, dia tetap duduk sambil terus melihat Hpnya.
“Woy Ren, ngapain kamu bengong disitu?” ujar seorang siswi yang berteriak dari pintu kelas Renata.
“Apaan sih, ngagetin tau. Sini masuk jangan malah gantian kamu yang bengong disitu. “ jawab Renata masih tetap tak henti-hentinya melihat Hpnya.
“Kamu nungguin sms Tio ya?” tanya siswi bernama Yana itu.
“Itu tau, ngapain nanya lagi?”
“Ya ampun Ren, ya udahlah ngga usah segitu seriusnya liat HP. Kamu aja yang sms, ngga ribet kan?”
“Ah gengsi tau. Dia aja ngga pernah sms, masa aku yang sms duluan? Aku kan bukan siapa siapa dia. Duuuh, nih anak udah dua minggu ngga ada kabar. Kemana sih.”
“Yang bikin ribet itu kamu sendiri. Makan tuh gengsi, uring-uringan sendiri kan jadinya?” cibir Yana, “Aku ke kantin dulu ya. Ntar pulangnya bareng yah. Dah.”
Setelah kepergian Yana, Renata akhirnya memasukkan HP ke sakunya. Dia hanya menghembuskan napas kecewa. Kecewa karena orang yang sudah berhari-hari ditunggu tak kunjung menghubunginya.
►☻_☺◄

 
Copyright 2010 rey_thaa