Pantai Lombang adalah pantai yang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dinamakan Pantai Lombang karena letaknya di Desa Lombang. Pantai ini sangat rindang dan indah karena terdapat banyak pohon cemara yang menaunginya yang sekaligus menjadi ciri khas dari pantai ini. Biaya masuk pun sangat murah, cukup dengan membayar seribu rupiah untuk pengendara sepeda motor dan lima ribu rupiah untuk pengendara mobil.
Archives
0
Masjid Agung Sumenep
retha sii ubie
Minggu, 28 November 2010
0
Keraton Sumenep
retha sii ubie
![]() |
| gambar labang mesem |
Keraton Sumenep didirikan atas inisiatif Raja Sumenep, yaitu PanembahanbSumolo atau Tumenggung Arya Nata Kusuma. Arsitek dari pembangunan keraton ini adalah Liaw Piau Ngo, yang memadukan gaya arsitektur Eropa, China, dan Jawa. Keraton ini terletak di dekat alun-alun kota Sumenep.
0
Kaldu Kokot ala Sumenep
retha sii ubie
Kaldu adalah makanan khas Sumenep yang banyak digemari oleh masyarakat. Kaldu yang dimaksud disini bukan air rebusan daging seperti yang biasa kita kenal, melainkan sup kental yang berbahan dasar kacang hijau. Biasanya kaldu ditambah dengan kokot (kikil) yang sudah direbus sehingga menjadi empuk. Kaldu paling enak dinikmati dalam keadaan panas dan dinikmati dengan tambahan singkong yang dikukus atau direbus, bisa juga ditambahkan lontong dan kerupuk.
0
Nasi Romi, Makanan Khas Sumenep
retha sii ubie
Jika kita bicara tentang makanan khas Sumenep, maka yang terbayang pasti adalah sate dan soto. Padahal selain makanan tersebut, masih banyak makanan lain yang tak kalah lezatnya. Salah satunya adalah nasi romi. Nasi romi rasanya gurih karena cara memasaknya menggunakan santan dengan tambahan sedikit garam. Disajikan dengan tambahan irisan telur dadar dan abon (daging halus yang digoreng). Lauk utamanya memang hanya telur dan abon.
0
Aku Yang Terbuang
retha sii ubie
Rabu, 10 November 2010
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang itu. Mereka dengan teganya membuangku hanya karena alasan sepele, takut mengganggu kedamaian mereka. Mereka tega memisahkanku dari keluargaku, tak sedikit pun mereka peduli akan nasib yang akan aku jalani tanpa keluargaku. Mereka membawaku ke tempat yang asing ini, lalu meninggalkanku sendiri di tempat sedingin ini tanpa bekal apa pun. Aku terpaksa berjalan mencari sesuatu yang bisa kumakan, mencari sesuatu untuk menyambung hidupku. Aku melihat lalu lalang orang berjalan di depanku. Aku berharap ada sedikit saja belas kasihan di hati mereka untuk membawaku atau bahkan mengulurkan tangan tuk sekedar memberiku sesuatu yang mampu membuatku bertahan hidup, yaitu makanan.
Kulihat seorang gadis mungil melihatku lalu berjalan ke arahku. Timbullah sedikit harapan itu. Gadis itu mulai mendekat dan semakin dekat. Tapi detik berikutnya yang kurasakan hanyalah kekecewaan. Dia tidak mendatangiku, dia menuju temannya yang menunggu di belakangku. Aku mulai mempertanyakan, apa arti rasa kemanusiaan yang begitu diagung-agungkan oleh orang-orang. Kenapa bicara mereka begitu yakin bahwa mereka punya rasa kemanusiaan? Sementara sejak kemarin aku di sini, tak ada yang mempedulikanku. Ternyata bicara itu tak semudah mempraktikkannya.
Kulihat seorang gadis mungil melihatku lalu berjalan ke arahku. Timbullah sedikit harapan itu. Gadis itu mulai mendekat dan semakin dekat. Tapi detik berikutnya yang kurasakan hanyalah kekecewaan. Dia tidak mendatangiku, dia menuju temannya yang menunggu di belakangku. Aku mulai mempertanyakan, apa arti rasa kemanusiaan yang begitu diagung-agungkan oleh orang-orang. Kenapa bicara mereka begitu yakin bahwa mereka punya rasa kemanusiaan? Sementara sejak kemarin aku di sini, tak ada yang mempedulikanku. Ternyata bicara itu tak semudah mempraktikkannya.
Langganan:
Komentar (Atom)
Subscribe















