Aku teringat akan pengalaman liburanku di Sidoarjo beberapa bulan yang lalu. Hari itu, aku dan keluargaku pergi ke Water Park Sidoarjo. Kami sepedamotoran ka sana. Perjalanannya memang hanya beberapa menit, tapi beberapa menit itu membuatku sangat capek. Bagaimana tidak? Sambil menggendong ransel yang berisi seperangkat peralatan renang yang begitu berat, keponakanku tidur dan aku harus menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Sungguh perjalanan itu terasa lama bagiku.
Ketika sudah sampai, aku merasa itu adalah hal terindahyang aku rasakan hari itu. Kami membeli tiket yang harganya 4 kali harga tiket masuk srikandi (kolam renang di Sumenep yang digunakan untuk berenang saat pelajaran renang di SMAku), kemudian menuju ruang ganti dan mulai mengganti baju. Aku dan saudaraku tidak memakai baju renang, kami hanya menggunakan kaos dan calena pendek.
Aku dan saudaraku mulai nyebur ke kolam. Awalnya kami ke kolam yang ketinggiannya hanya sebatas lutut. Kami ke kolam itu karena harus menjaga keponakan dan saudara-saudara lain yang masih kecil. Lalu tiba saatnya bagi kami berdua untuk berenang di kolam ukuran kami. Baru sebentar aku berenang, tiba-tiba terdengar suara peluit yang membuatku menghentikan aksi renangku. Ketika aku menoleh ke arah datangnya sumber suara itu, aku buru-buru kembali ke kolam ketinggian selutut tadi dan terus menjaga keponakanku sampai pulang. Tahukah kamu siapa yang meniup peluit tadi? Orang itu adalah penjaga kolam renang. Bapak tua menyebalkan itu meniupkan peluit padaku karena aku tidak memakai baju renang. Benar-benar menyebalkan!!!!!!!
*apa sih yang ingin bapak tua itu lihat dari cewek yang menggunakan baju renang? Insyaf pak. Hehehehe..................
You Are Reading
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Subscribe











0 komentar:
Posting Komentar